CIAMIS – Semangat kemandirian dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga terus digaungkan melalui Gerakan Perempuan Berdaya Pangan yang diselenggarakan di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan kepada kaum perempuan agar mampu berperan aktif dalam menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan keluarga.
Melalui gerakan ini, para peserta didorong untuk memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di sekitar tempat tinggal, mulai dari pengelolaan pekarangan, penanaman sayuran, pemanfaatan tanaman pangan, hingga pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi.
Kepala Desa Gunungsari, Eman, menyambut baik pelaksanaan Gerakan Perempuan Berdaya Pangan. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam mengatur kebutuhan pangan dan menjaga kesejahteraan keluarga.
“Kami melihat potensi yang sangat besar pada ibu-ibu di Desa Gunungsari. Melalui gerakan ini, kami berharap mereka semakin termotivasi untuk mengelola sumber daya pangan yang tersedia secara optimal, mulai dari menanam, merawat, memanen, hingga mengolah hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ” ujar Eman.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.
“Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman pangan dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga. Apabila dikelola dengan baik, hasilnya juga dapat dikembangkan menjadi sumber tambahan pendapatan, ” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari jajaran TNI. Babinsa Desa Gunungsari Koramil 1301/Ciamis, Serka Sahiddin, turut hadir sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.
Serka Sahiddin mengatakan bahwa ketahanan pangan keluarga merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera.
“Ketahanan pangan harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan pengelolaan pangan secara mandiri, setiap keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhannya sekaligus lebih siap menghadapi berbagai tantangan pangan, ” kata Serka Sahiddin.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pangan dan kesehatan anggota keluarga.
“Perempuan bukan hanya berperan dalam mengolah makanan, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam menanam, memproduksi, dan mengembangkan sumber pangan keluarga. Kami berharap ibu-ibu di Desa Gunungsari menjadi pelopor kemandirian pangan di lingkungannya, ” ungkapnya.
Danramil 1301/Ciamis, Mayor Inf Dede Rohendi, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan dalam sektor pangan sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Peran perempuan sangat krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ketika setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, maka ketahanan desa, daerah, dan negara juga akan semakin kuat, ” tegas Mayor Inf Dede Rohendi.
Ia menambahkan, Koramil 1301/Ciamis melalui para Babinsa akan terus mendukung dan mendampingi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.
“Babinsa harus hadir untuk memberikan motivasi, pendampingan, dan membantu membangun sinergi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Kami ingin kegiatan ini berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, ” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Gerakan Perempuan Berdaya Pangan merupakan wujud nyata kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Kodim 0613/Ciamis siap mendukung setiap upaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan kemandirian pangan keluarga, ” tutur Letkol Inf Antonius Ari Widiono.
Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang menularkan pengetahuan serta semangat kemandirian pangan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“Keberhasilan program ini ditentukan oleh keberlanjutan penerapannya. Kami berharap para perempuan di Desa Gunungsari tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mempraktikkannya secara konsisten dan mengajak warga lain untuk bergerak bersama, ” pungkasnya.
Gerakan Perempuan Berdaya Pangan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan praktik nyata di kalangan masyarakat Desa Gunungsari. Dengan keterlibatan aktif kaum perempuan, keluarga diharapkan semakin tangguh, mandiri, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan pangan pada masa mendatang. (PERS)

Ndank Kartiwa